BIAR PAMAN YANG URUS ?
Juli 2010 Bulan terkelam dalam hidup kami. Sosok yg tegas lagi sangat pengayom, pergi untuk selamanya menghadap keharibaan Ilahi. Saya yang saat itu masih remaja tanggung, tidak punya kuasa apapun atas segala pengurusan jenazah Ayah. Ibu pun sama, hanya bisa berucap dzikir dan melafalkan do'a mengiringi kepergian sang belahan jiwa. Di hari kepergian Ayah yang begitu mendadak, kami semua blank, bingung harus berbuat apa. Kesedihan yang amat sangat orang yang tersayang, sungguh melumpuhkan berpikir kami. Hanya menghubungi saudara terdekat dan yang dituakan, selebihnya mereka semua yang urus segala kepengurusan jenazah Ayah. Sebagai orang yang dituakan di keluarga, Paman memutuskan untuk membawa jenazah Ayah untuk di makamkan di kampung halaman sebuah kota kecil di Jawa Tengah. "Biar paman yang urus makam Ayah di kampung" ujar beliau mengawali keputusannya kepada kami untuk memakamkan jenazah Ayah di Kampung. September 2022 Seiring berjalannya waktu, keluarga kami tumbuh dan...